RESUME
MANAJEMEN KELAS di SD
Tentang
MANAJEMEN KELAS
OLEH:
Diki Wahyudi. S
1620234
DOSEN PENGAMPU : Yessi Rifmasri, M.Pd
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR ( PGSD )
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
( STKIP ) ADZKIA
2018/2019
Pengertian Manajemen Kelas
Made Pidarta (dalam Djamarah, 2005:172) “Manajemen kelas adalah proses seleksi dan penggunaan alat-alat yang tepat terhadap problem dan situasi kelas”. Guru bertugas menciptakan, memperbaiki, dan memelihara sistem atau organisasi kelas, sehingga anak didik dapat memanfaatkan kemampuannya, bakat, dan energinya pada tugas-tugas individual. Sudirman (dalam Djamarah 2006:172)” Manajemen kelas merupakan upaya dalam mendayagunakan potensi kelas”. Kelas mempunyai peranan dan fungsi tertentu dalam menunjang keberhasilan proses interaksiedukatif, agar memberikan dorongan dan rangsangan terhadap anak didik untuk belajar, kelas harus dikelola sebaik-baiknya oleh guru.
“Manajemen kelas merupakan keterampilan guru untuk menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif dan mengendalikannya jika terjadi gangguan dalam pembelajaran” (Mulyasa 2006:91). Sedangkan menurut Sudirman (dalam Djamarah 2006:177) ”Manajemen kelas adalah upaya mendayagunakan potensi kelas”. Ditambahkan lagi oleh Nawawi (dalam Djamarah 2006:177) ”Manajemen atau manajemen kelas dapat diartikan sebagai kemampuan guru dalam mendayagunakan potensi kelas berupa pemberian kesempatan yang seluas-luasnya pada setiap personal untuk melakukan kegitan-kegiatan yang kreatif dan terarah ”. Arikunto (dalam Djamarah 2006:177) juga berpendapat “ bahwa manajemen kelas adalah suatu usaha yang dilakukan oleh penanggung jawab kegiatan belajar mengajar atau yang membantu dengan maksud agardicapai kondisi optimal sehingga dapat terlaksana kegiatan belajar yang seperti diharapkan”. Manajemen dapat dilihat dari dua segi, yaitu manajemen yang menyangkut siswa dan manajemen fisik (ruangan, perabot, alat pelajaran).
Berdasarkan pendapat para ahli diatas maka dapat disimpulkan bahwa manajemen kelas merupakan usaha sadar untuk mengatur kegiatan proses belajar mengajar secara sistematis yang mengarah pada penyiapan sarana dan alat peraga, pengaturan ruang belajar, mewujudkan situasi atau kondisi proses belajar mengajar berjalan dengan baik dan tujuan kurikuler dapat tercapai.
Tujuan Manajemen Kelas
Menurut Ahmad (1995:2) bahwa tujuan manajemen kelas adalah sebagai berikut:
Mewujudkan situasi dan kondisi kelas, baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar yang memungkinkan siswa untuk mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin.
Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi belajar mengajar.
Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkungan sosial, emosional, dan intelektual siswa dalam kelas.
Membina dan membimbing sesuai dengan latar belakang sosial, ekonomi, budaya serta sifat-sifat individunya.
Tujuan manajemen kelas menurut Sudirman (dalam Djamarah 2006:170) pada hakikatnya terkandung dalam tujuan pendidikan. Tujuan manajemen kelas adalah penyediaan fasilitas bagi macam-macam kegiatan belajar siswa dalam lingkungan sosial, emosional, dan intelektual dalam kelas. Fasilitas yang disediakan itu memungkinkan siswa belajar dan bekerja. Terciptanya suasana sosial yang memberikan kepuasan, suasana disiplin, perkembangan intelektual, emosional, dan sikap serta apresiasi pada siswa. Sedangkan Arikunto (dalam Djamarah 2006:178) berpendapat bahwa tujuan manajemen kelas adalah agar setiap anak di kelas dapat bekerja dengan tertib sehingga segera tercapai tujuan pengajaran secara efektif dan efisien.
Prinsip-Prinsip Manajemen Kelas
“Secara umum faktor yang mempengaruhi manajemen kelas dibagi menjadi dua golongan yaitu, faktor intern dan faktor ekstern siswa.” (Djamarah 2006:184). Faktor intern siswa berhubungan dengan masalah emosi, pikiran, dan perilaku. Kepribadian siswa denga ciri-ciri khasnya masing-masing menyebabkan siswa berbeda dari siswa lainnya sacara individual. Perbedaan sacara individual ini dilihat dari segi aspek yaitu perbedaan biologis, intelektual, dan psikologis.
Faktor ekstern siswa terkait dengan masalah suasana lingkungan belajar, penempatan siswa, pengelompokan siswa, jumlah siswa, dan sebagainya. Masalah jumlah siswa di kelas akan mewarnai dinamika kelas. Semakin banyak jumlah siswa di kelas, misalnya dua puluh orang ke atas akan cenderung lebih mudah terjadi konflik. Sebaliknya semakin sedikit jumlah siswa di kelas cenderung lebih kecil terjadi konflik.
Djamarah (2006:185) menyebutkan “Dalam rangka memperkecil masalah gangguan dalam manajemen kelas dapat dipergunakan prinsip-prinsip manajemen kelas sebagai berikut.
1) Hangat dan Antusias
Hangat dan Antusias diperlukan dalam proses belajar mengajar. Guru yang hangat dan akrab pada anak didik selalu menunjukkan antusias pada tugasnya atau pada aktifitasnya akan berhasil dalam mengimplementasikan manajemen kelas.
2) Tantangan
Penggunaan kata-kata, tindakan, cara kerja, atau bahan-bahan yang menantang akan meningkatkan gairah siswa untuk belajar sehingga mengurangi kemungkinan munculnya tingkah laku yang menyimpang.
3) Bervariasi
Penggunaan alat atau media, gaya mengajar guru, pola interaksi antara guru dan anak didik akan mengurangi munculnya gangguan, meningkatkan perhatian siswa. Kevariasian ini merupakan kunci untuk tercapainya manajemen kelas yang efektif dan menghindari kejenuhan.
4) Keluwesan
Keluwesan tingkah laku guru untuk mengubah strategi mengajarnya dapat mencegah kemungkinan munculnya gangguan siswa serta menciptakan iklim belajarmengajar yang efektif. Keluwesan pengajaran dapat mencegah munculnya gangguan seperti keributan siswa, tidak ada perhatian, tidak mengerjakan tugas dan sebagainya.
5) Penekanan pada Hal-Hal yang Positif
Pada dasarnya dalam mengajar dan mendidik, guru harus menekankan pada hal-hal yang positif dan menghindari pemusatan perhatian pada hal-hal yang negative. Penekanan pada hal-hal yang positif yaitu penekanan yang dilakukan guru terhadap tingkah laku siswa yang positif daripada mengomeli tingkah laku yang negatif. Penekanan tersebut dapat dilakukan dengan pemberian penguatan yang positif dan kesadaran guru untuk menghindari kesalahan yang dapat mengganggu jalannya proses belajar mengajar.
6) Penanaman Disiplin Diri
Tujuan akhir dari manajemen kelas adalah anak didik dapat mengembangkan dislipin diri sendiri dan guru sendiri hendaknya menjadi teladan mengendalikan diri dan pelaksanaan tanggung jawab. Jadi, guru harus disiplin dalam segala hal bila ingin anak didiknya ikut berdisiplin dalam segala hal.
Pendekatan dalam Manajemen Kelas
a) Pendekatan Kekuasaan
Ciri yang utama pada pendekatan ini adalah ketaatan pada aturn yang melekat pada pemilik kekuasaan. Guru mengontrol siswa dengan ancaman, sanksi, hukuman dan bentuk disiplin yang ketat dan kaku.
b) Pendekatan Kebebasan
Manajemen kelas bukan membiarkan anak belajar dengan bebas tanpa batas tetapi memberikan suasana dan kondisi belajar yang memungkinkan anak merasa merdeka, bebas, nyaman, penuh tantangan dan harapan dalam melakukan belajar.
c) Pendekatan Keseimbangan Peran
Pendekatan ini dilakukan dengan member seperangkat aturan yang disepakati guru dan murid. Isi aturan berkaitan dengan apa yang harus dan apa yang tidak boleh dikerjakan guru dalam mereaksi semua masalah atau situasi yang terjadi di kelas dan aturan yang boleh dan tidak boleh dilakukan murid selama belajar.
d) Pendekatan Pengajaran
Pendekatan ini menghendaki lahirnya peran guru untuk mencegah dan menghentikan tingkah laku anak didik yang kurang menguntungkan proses pembelajaran. Peranan guru adalah merencanakan dan mengimplementasikan pengajaran yang baik.
e) Pendekatan Suasana Emosi dan Sosial
Goleman (1995) dalam hasil penelitiannya menyebutkan bahwa belajar tanpa keterlibatan emosional dan kegiatan saraf, kurang dari yang dibutuhkan untuk merekatkan pelajaran dalam ingatan. Menurut pendekatan ini manajemen kelas merupakan proses menciptakan iklim atau suasana emosional dan hubungan social yang positif dalam kelas. Suasana hati yang saling mencintai antar guru dan murid-murid penting dalam menciptakan hubungan social pembelajaran.
f) Pendekatan Kerja Kelompok
Dalam pendekatan ini, peran guru adalah mendorong perkembangan dan kerja sama kelompok. Manajemen kelas dengan proses kelompok memerlukan kemampuan guru untuk menciptakan kondisi-kondisi yang memungkinkan kelompok menjadi kelompok yang produktif, dan selain itu guru harus pula dapat menjaga kondisi itu agar tetap baik. Untuk menjaga kondisi kelas tersebut guru harus dapat mempertahankan semangat yang tinggi, mengatasi konflik, dan mengurangi masalah-masalah manajemen.
g) Pendekatan Elektis atau Pluralistik
Pendekatan elektis (electic approach) ini menekankan pada potensialitas, kreatifitas, dabn inisiatif wali atau guru kelas dalam memilih berbagai pendekatan tersebut berdasarkan situasi yang dihadapinya. Penggunaan pendekatan itu dalam suatu situasi mungkin dipergunakan salah satu dan dalam situasi lain mungkin harus mengkombinasikan dan atau ketiga pendekatan tersebut. Pendekatan elektis disebut juga pendekatan pluralistik, yaitu manajemen kelas yang berusaha menggunakan berbagai macam pendekatan yang memiliki potensi untuk dapat menciptakan dan mempertahankan suatu kondisi memungkinkan proses belajar mengajar berjalan efektif dan efisien. Guru memilih dan menggabungkan secara bebas pendekatan tersebut sesuai dengan kemampuan dan selama maksud dan penggunaannnya untuk manajemen kelas disini adalah suatu set (rumpun) kegiatan guru untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi kelas yang memberi kemungkinan proses belajar mengajar berjalan secara efektif dan efisien.
PROSES MANAJEMEN KELAS
Proses manajemen kelas adalah penyusunan rangkaian kegiatan yang dilakukan guru sebagai manajer/ pemimpin pembelajaran dikelas adalah:
1. Merencanakan Pembelajaran
Perencanaan adalah menentukan apa yaang akan dilakukan. Perenacanaan mengandung rangkaian-ragkain putusan yang luas dan penjelasan-penjelasan dari tujuan, penentuan kebijakan, penentuan program, penentuan metode-metode, dan prosedur tertentu dan penentuan kegiatan berdasarkan jadwal sehari-hari.
Bertolak dari hal tersebut bahwa perencanaan terdapat rangkaian kegiatan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Dalam konteks perenanaan pembelajaran berkaitan dengan penyusunan langkah-langkah dalam pencapaian tujuan pembelajaran siswa yang dilakukan guru dalam membimbing, membina, membantu dan mengarahkan siswa supaya mau menngikuti kegiatan pembelajaran. perencanaan pembelajaran berkaitan dengan rumusan tujuan yang akan diacapai siswa atau hasil belajar siswa.
Fungsi guru dalam merencanakan pembelajaran berorientasi pada karakteristik siswa yang dapat dilakukan adalah untuk membangkitkan motivasi belajar siswa secara aktif.
2. Merumuskan Tujuan Pembelajaran
Dalam hal ini guru dituntut untuk menguasai dan mengetahui tentang tujuan yang selama ini menjadi acuan dalam rumusan pencapaian tujuan pembelajaran.
Berdasarkan Taksonomi Bloom klasifikasi rumusan tujuan pembelajaran dapat dikelompokan kedalam 3 ranah, yaitu:
1) Kognitif yang mencangkup tujuan yang berhubungan dengan recall, pengetahuan, kemampuan intelektual.
2) Afektif, yang mencangkup tujuan yang berhubungan dengan perubahan-perubahan sikap, nilai, perasaan, dan minat.
3) Psikomotorik, yang mencangkup tujuan yang berhubungan dengan kemampuan gerak yang berhubungan dengan keterampilan.
Dari ketiga ranah tujuan tersebut, yaitu kemungkinan-kemungkinan hasil belajar siswa dalam bentuk tingkah laku yaang diperoleh setelah pembelajaran. rumusan tujuan pembelajaran dan diorientasikan berdasarkan analisis terhadap kebutuhan dan kemampuan siswa.
3. Memilih Materi Pokok Pembelajaran
Materi pokok yang dibuat berdasarkan pada pencapain tujuan pembelajaran. Materi pokok pembelajaran merupakan alat bahkan sekaligus yang menjadi proses pengalaman bagi siswa selama mengikuti proses pembelajaran. Dengan kata lain materi pokok pembelajaran adalah pokok-pokok materi yang harus dipelajari siswa sebagai sarana dalam pencapaian kompetensi dasar yang disusun berdasarkan indikator hasil belajar.
4. Menentukan Strategi Pembelajarn
Yaitu, merupakan cara guru dalam cara penyampaian materi yang telah dibuat tadi untuk lebih mudah disampaikan kepada siswa dengan cara seefektif mungkin. Berbagai cara yang dilakukan guru dalam penyampaian materi ini adalah meggunakan metode yang disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan siswa yang menjadi subyek belajar.
Roestiyah berpendapat bahwa didalam proses belajar mengajar guru harus memiliki strategi agar siswa dapat belajar secara efektif dan efisien, mengena pada tujuan yang diharapkan. Salah satu lagkah untuk menggunakan strategi itu adalah harus menguasai teknik-teknik penyajian atau yang biasa disebut dengan metode.
5. Membuat Evaluasi/Penilaian
Evaluasi disini merupakan alat untuk mengukur sejauh mana kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan apakah sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan atau tidak. Dalam proses pembelajaran evaluasi sangat diperlukan oleh guru.
Menurut Winarno Surakhmat yang menjadi perhatian dalam pembelajaran adalah media evaluasi yang ditujukan untuk menilai sampai dimanakah tujuan pelajaran telah dicapai, bai, dari sudut guru mauoun dari sudut guru. Dalam proses pembelajaran, evaluasi tidak dapat dipisahkan, evaluasi untuk menilai keberhasilan pencapaian tujuan pebelajaran yang harus dilakukan terus menerus.
6. Melaksanakan Pembelajaran
Pelaksanaan kegiatan pembelajaran merupakan realisasi kegiatan yang telah direncanakan atau dipersiapkan sebelumnya. Oleh karena itu dalam pelaksanaan pembelajaran faktor guru sangat dominan berpengaruh terhadap aktivitas belajar siswa. Tugas dan tanggung jawab guru dalam pelaksanaan pembelajaran meliputi:
a) Kegiatan Awal
Pada kegiatan ini guru berhadapan langsung dengan situasi dan kondisi yang menjadi tempat kegiatan dalam pembelajaran.
b) Menciptakan Iklim Kelas
Dalam menciptakan kondisi kelas ini diutamakan guru harus dapat mengorganisir sumber0sumber potensi yang menjadi bagian dari proses pembelajaran.
c) Membuka Pembelajaran
Setelah menciptakan iklim kelas diangggap cukup, selanjutnya, membuka materi pembelajaran yang akan disajikan.
d) Mengevaluasi Pembelajaran
Evaluasi adalah suatu tindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai dari pada sesuatu. Evaluasi belajar adalah suatu tindakan untuk menentukan nilai hasil belajar siswa dalam pencapaian tujuan pembelajaran yang telah ditentukan.
STRATEGI MANAJEMEN KELAS
Strategi manajemen kelas adalah polas atau siasat, yang menggambarkan langkah-langkah yang digunakan guru dalam menciptakan dan mempertahankan kondisi kelas agar tetap kondusif, sehingga siswa dapat belajar secara optimal, aktif dan menyenangkan dengan efektif dan efisien untuk mencapai tujuan pembelajaran. Strategi manajemen kelas adalah kegiatan menciptakan, mempertahankan, dan mengembalikan kondisi yang optimal dalam proses pembelajran untuk mencapai tujuan pembelajaran yang lebih efektif dan efisien.
Ragam strategi manajemen kelas meliputi:
1. Penataan Lingkungan Belajar
Lingkungan belajar dikelas sebagai situasi buatan yang berhubungan dengan proses pembelajaran atau konteks terjadinya pengalaman belajar, dapat diklasifikasikan dalam lingkungan (keadaan) fisik dan lingkungan sosial.
Pengelolaan lingkungan fisik meliputi penataan ruang kelas, pengaturan tempat duduk, ventilasi dan pengaturan cahaya yang cukup menjamin kesehatan siswa dan pengaturan penyimpanan barang yag diatur sedemikian rupa sehingga barang-barang tersebut dapat digunakan. Pengelolaan lingkungan sosial meliputi interaksi guru dan siswa, siswa dengan siswa, guru, serta lingkugan sekitar.
2. Cara Pengajaran Guru
Dalam rangka memelihara kondisi dan suana belajar yang kondusif, maka guru harus mampu memilih cara yang tepat dalam pelaksanaan pembelajaran. karena mengaja adalah hal kompleks dan melibatkan peserta didik yang bervariasi, maka seorang pendidik harus mampu dan menguasai berbagai strategi dan perspektif dan dapat serta dapat mengaplikasikannya secara fleksibel.dalam hal ini guru harus mampu menguasai materi pembelajaran, strategi pelajaran, mempunyai keahlian mengelola kelas, keahlian motivasial, keahlian komunikasi, dan dapat bekerja secara efektif dengan murid dari latar belakang kultural yang beragam. Upaya peningkatan kualitas pembelajaran dapat ditempuh dengan bentuk strategi pembelajaran seperti:
a) Strategi pemblejaran seluruh kelas
b) Strategi pembelajaran kelompok kecil
c) Strategi pembelajaran dengan bekerja berpasangan
d) Strategi pembealajarn individu
3. Pengaturan Perilaku dan Pemberian Motivasi kepada Siswa
Sekolah sebagai suatu lembaga pendidikan kan lingkungan dimana siswa berinteraksi, diharapkan mampu membentuk sikap dan perilaku siswa yang baik. Dalam prosesnya, seringkali muncul perilaku siswa yang mengganggu kondisi kelas. Oleh karena itu, guru dapat menerapkan sistem reward dan punishment. Reward ataw penghargaan diberikan kepada siswa yang berprestasi dan berperilaku baik, sedangkan Punishment atau hukuman diberikan atau ditujukan kepada siswa yang melanggar peraturan. Reward dan Punishment berfungsi untuk menumbuhkan motivasi siswa.
Seorang guru harus mempunyai strategi untuk memotivasi siswa-siswa dalam pembelajaran. Menurut Chatarina ada beberapa strategi motivasi belajar siswa antara lain:
a) Membangkitkan minat belajar
b) Mendorong rasa ingin tahu
c) Menggunakan variasi metode penyajian menarik
d) Membantu siswa dalam merumuskan tujuan pembelajaran.
DAFTAR RUJUKAN
Jamarah, Syaiful Bahri. 2002. Strategi Belajar Mengajar. Rineka Cipta, Jakarta.
Faturrahman, Pupuh dan M. Sobry Sutikno. 2007. Strategi Belajar Mengajar melalui Penanaman Konsep Umum dan Konsep Islami. PT Refika Aditama, Bandung.
Sutikno, Sobry. 2005. Pembelajaran Efektif, Apa dan Bagaimana Mengupayakannya, NTP Press. Mataram.
Sardiman. 2004. Strategi Belajar Mengajar. RajaGrafindo Persada, Jakarta.
Rachman, Maman. 1998. Manajemen Kelas. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.
Danim, Sudarwa. 2010. Inovasi Pendidikan. Bandung: Pustaka Setia Suryana,Asep. 2006. Bahan Belajar Mandiri Manajemen Kelas. Universitas
Pendidikan Indonesia
Syafaruddin dan Nasution. 2005. Manajemen Pembelajaran. Jakarta: Quantum
Teaching
Triwiyanto, Teguh. 2015. Manajemen Kurikululum dan Pembelajaran. Jakarta:
Bumi Aksara
Tulisan ini bisa di jadikan referensi, perhatikan penulisannya agar dpt lbih dirapikan lagi
BalasHapussangat bermanfaat pak
BalasHapusSngat brmnfaat
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapus